Ahok coba mengurai kemacetan, tapi gagal

Untuk jawabannya ada diri kita masing-masing yang sehari-hari menggunakan Jalan di DKI Jakarta tentu mengetahui mana daerah-daerah yang macet. apa benar kemacetan hanya terjadi pada ketiga proyek tersebut, dan apakah kemacetan terjadi hanya karena proyek tersebut? dan apakah di daerah lain tidak terjadi kemacetan? 

saya akan perlihatkan hasil aplikasi Jakarta smart City yang dikelola Pemprov DKI. Dari sini kelihatan upaya menutupi kegagalan dalam mengatasi kemacetan melalui kampanye dengan bentuk pembodohan terhadap warga Jakarta. Dari aplikasi qlue terlihat banyaknya laporan kemacetan oleh masyarakat dan tidak tertangani oleh Pemprov DKI.

Kepanikan dan keraguan terlihat bagaimana penghapusan kawasan 3 in 1 yang telah berlaku 12 tahun ikut dilakukan. Dan disamapiakn jika ini gagal akan dilanjutkan dengan pembelakukan palt ganjil dan genap. Tidak heran jika disini warga jakarta dijadikan tidak lebih sebagai kelinci percobaan untuk menutupi kepanikan dari tidak adanya solusi mengatasi kemacetan di Jakarta. 

Hal ini tentu semakin melunturkan keprofesionalannya yang sering digaungkan Ahok. Jika profesional, tidak sepatutnya pembenahan jakarta hanya untuk menarik simpati masyarakat karena mau pilkada. Untuk mengatasi macet lakukanlah kajian total, jangan sepotong-potong.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ahok coba mengurai kemacetan, tapi gagal"

Posting Komentar