Jakarta Perlu Ahok ?

Ahok dengan segala kontroversinya, dalam fakta penyelenggaraan pemerintahan dapat kita katakan gagal. Berdasarkan ukuran umum kepemimpinan Ahok tidak mampu mengangkat jakarta seperti janji yang pernah mereka ikrar akan dalam visi misi saat mencalon sebagai calon Gubernur dan wakil gubernur 2012. Tidak jarang untuk menutupi kekurangan dan kelemahannya Ahok sering memperlihatkan kearoganan, kemarahan. Bahkan dengan dibarengi dengan ucapan yang tidak pantas ketika panik dengan pencapaian kinerja pemprov yang boleh dikatakan gagal.

Kegagalan kepemimpinan dapat terlihat dari kemacetan yang dijanjikan dapat dengan mudah ditangani ternyata semakin parah. Solusi kemacetan seperti ajang ujicoba, sehingga lebih menempatkan warga sebagai kelinci percobaan. Banjir yang disebagian tempat sudah mulai berkurang, namun ada ancaman serius dibelakangnya yaitu turunnya permukaan tanah Jakarta yang berpotensi membawa banjir juga. Penataan kota yang lebih pada pendekatan penggusuran warga miskin terlihat mengesampingkan nilai kemanusiaan.

Dalam tataran penyelenggaraan pemerintahan dapat kita lihat sebagai berikut :

1. E-budgeting yang dibanggakan ternyata menimbulkan polemik baru dengan DPRD. Disamping itu ebudgeting hanyalah alat, dan sejatinya SDM dan moral dibelakang ebudgeting itulah penentu. 
2. Laporan penyelenggaran Pemerintahan yang dinilai Kementerian Dalam Negeri, menempatkan Jakarta hanya pada urutan ke-18
3. Laporan keuangan Pemprov DKI hanya mendapatkan Wajar dengan Pengecualian
4. Realisasi penyerapan cukup rendah berada pada urutan 17 yakni sekitar 60%
5. Tercatat sebagai provinsi yang kerap melakukan perombakan kabinet kerjanya, sebagai bentuk ketidakmampuan kerja pemerintahan.

Hal ini diperparah dengan beberapa kasus yang membelit Ahok yang secara hukum memang belum terbukti. Namun dalam kacamata awam kasus tersebut dekat sekali, sehingga melunturkan kesan bersih yang melekat pada diri ahok. Diantara kasus tersebut adalah pembelian bus trans jakarta bekas dari tiongkok, kasus penyediaan UPS, kasus pembelian rumah sakit sumber waras, dan kasus pemberian izin reklamasi pantai utara jakarta.

Namun dibalik itu, Ahok selalu merasa bahwa Jakarta Perlu Ahok. Propaganda Jakarta Perlu Ahok juga digemborkan kan oleh timi-timnya ahok dan akun-akun buzzernya. Seakan tidak ada orang lain mampu memimpin Jakarta. Tidak heran jika isu negatif juga dijadikan bahan jualan menjelang pilkada.

Berdasarkan kegagalan dan isu negatif keadaan yang ada, ternyata tidak menyurutkan langkah Ahok untuk maju kembali ke pencalonan keduanya. Maju kembali melalui jalur independen sudah jauh hari dilakukan. Tercatat dua tahun sebelum pilkada, ahok telah mengkonsolidasi tim untuk mengumpulkan dukungan KTP untuk maju dalam pilkada. Demikian juga politik anggaran lebih mengarah pada dukungan untuk maju kembali dalam pilkada. 

Disini Sejarah baru terukir dalam pilkada langsung di indonesia, dalam menarik simpati masyarakat. Ketika dalam tataran keberhasilan yang normal tidak bisa diraih, ahok mencoba cara lain. Dimana Ahok gubenrur DKI dengan status incumbent menggunakan cara yang tidak lazim. Ahok maju kedua kalinya melalui kampanye negatif atau kegagalan dan ketidakberhasilan untuk dipaparkan untuk menarik simpati dan dukungan. 

Pencapaian kinerja Gubernur yang negatif atau Kegagalan dikemas dalam sebuah video yang unik dalam bentuk animasi sehingga enak dilihat. Dengan harapan video yang menarik dapat menutupi kegagalan Ahok dalam memimpin kota Jakarta. Kegagalan ahok dalam memimpin jakarta tidak. Hal ini tentu untuk mengalihkan pandangan masyarakat tentang kinerja yang negatif atau gagal. Walaupun ada pengalihan persepsi tidak mampu menutupi kegagalan dalam kepemimpinan di DKI.

Jika ada pepatah yang mengatakan emas, dimanapun berada akan tetap menjadi emas. Berbeda dengan ahok yang lebih cocok dilekatkan dengan pepatah, sepandai-pandainya menyimpan bangkai akan kecium juga. Pada uraian berikutnya kita akan membahas dan mengupas kebusukan yang tersembunyi dalam kampanye Ahok.

Oleh karenanya yang menjadi bahasan kenapa Jakarta Perlu Ahok meliputi 3 bagian yaitu

1. 7 Hal yang perlu diketahui dari seorang Ahok
2. 5 Keberhasilan  Ahok di DKI Jakarta
3. 3 Sifat dalam Ahok

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jakarta Perlu Ahok ?"

Posting Komentar