Keberhasilan ketiga Ahok Berantem Ribut Bicara Kasar

Keberhasilan ketiga Ahok Berantem Ribut Bicara Kasar

Saya sempat gak percaya jika berantem Ribut dan bicara kasar dijadikan keberhasilan. tapi setelah melihat videonya, memang ini sudah ketrlaluan. Kita bisa bayangkan bagaimana jadinya jika ini dicontoh oleh generasi muda penerus bangsa. 

mari kita lihat Keberhasilan ahok yang ketiga ini saya ambil dari video keberhasilan ahok di DKI jakarta. 

keberhasilan yang nomor 3 yaitu

berantem, ribut dan bicara kasar

Ini isi Kampanye Ahok

“melawan koruptor yng sudah menggerogoti Jakarta tidak bisa hanya dengan diam dan santun lagi, karena koruptor pasti melakukan perlawanan. Ahok pun berani memecat bawahannya yang terbukti tidak cakap, atau melakukan korupsi bahkan ahok tidak segan melaporkan bawahannya kepenegak hukum. Bayangkan jika ahok tidak berkoar dan menjadi kontroversi mungkin para koruptor itu akan semakin merajalela.”


sebenarnya untuk mematahkan ini , Mari kita ajukan beberapa pertanyaan yaitu:

1. Apakah ahok yang biasa berantem, ribut dan bicara kasar termasuk keberhasilan ?
2. Apakah berani memecat bawahan ukuran keberhasilan ?
3. Apakah berani melaporkan bawahan kepenegak hukum ukuran keberhasilan ?
4. Apakah dengan berantem, ribut dan bicara kasar lalu ahok kita sebut bersih ?

Bagi saya aneh jika berantem, ribut dan bicara kasar termasuk keberhasilan. Berantem, ribut dan bicara kasar adalah jalan pilihan terakhir bagi orang untuk menutupi kelemahannya. Orang yang tidak bisa berdikusi lagi, tidak bisa berargumen lagi, tidak solusi lagi sehingga berantem, ribut dan bicara kasar jadi pilihan utamanya.

Hubungan Gubernur/ Bupati / Walikota sebagai Kepala daerah dengan Birokrasi (PNS) itu seperti hubungan antara Bapak dengan Anak. Tulisan tentang ini sudah lama saya tulis. 

Coba anda bayangkan 

1. Jika sebagai orangtua, apakah pantas anda mengajak anak anda sendiri untuk berantem, karena anda menganggap anak anda tidak patuh, tidak becus kerja atau mencuri uang anda. Lalu bayangkan juga jika anda juga tega memecat anak kandung anda sendiri dan mengangkat anak lain di keluarga anda. Apakah pantas anda melaporkan anak anda sendiri kepolisi? apakah pantas perlakuan kita terhadap anak ini disebut keberhasilan ? Itulah yang dilakukan ahok di DKI

2. jika anda dengan posisi sebagai anak, apakah anda mau diajak berantem, ribut dan dimaki-maki bapak sendiri karena anda dituduh tidak patuh, tidak becus kerja dan mencuri uangnya. Apakah anda ikhlas dipecat sebagai anak kandung lalu digantikan dengan anak lain karena alasan yang sama? Apakah anda mau dilaporkan ke polisi sama Bapak sendiri Pantaskah ini disebut keberhasilan oleh ahok?

Jika kita sebagai orang tua, kita tentunya bertanya. Apakah kita sudah bersih? Apakah kita sudah memberi contoh yang baik untuk anak-anak kita? Apakah wajar jika kita mempunyai jiwa pembangkang, lalu kita menuntut anak kita untuk tidak membangkang?

Bagi yang mau lihat videonya silahkan


info terkait kegagalan ahok di Jakarta yang diklaim sebagai kesuksesan yaitu :



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keberhasilan ketiga Ahok Berantem Ribut Bicara Kasar"

Posting Komentar