Sejarah Perjalanan Jihad Perangi Ahok

Interaksi dimulai ketika Penulis membuka 3 domain yakni ayobai.com, ayobai.org dan ayobai.net. Ayobai.com digunakan sebgai jejaring sosial indonesia dan ayobai.org sebagai web tempat mencurahakn ide pemikiran penulis sedangkan ayobai.net belum dipergunakan. Ayobai.com sebagai situs jejaring sosial yang sempat merajai jejaring sosial Indonesia dalam waktu kurtang dari 6 bulan, harus tutup karena keterbatasan modal. Praktis tinggal ayobai.org tempat penulis menumpahkan ide dan pemikiran. Pada kesempatan yang sama Jokowi ahok terpilih di DKI jakarta dan memiliki beberapa program yang cukup revolusioner.

Perjalanan berinteraksi penulis dengan ahok adalah saat pemprov memberlakukan sistem lelang jabatan di Dki jakarta. Penulis menulis saran dan kritik terkait lelang jabatan yang dilakukan pemprov DKI dibawah kepemimpinan Joko widodo sebagai Gubernur dan Ahok sebagai wakil Gubernur. Penulis menilai dan menyampaikan kritik bahwa lelang jabatan yang dilakukan pemprov bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penulis juga menyampaikan alternatif pilihan agar lelang jabatan yang dilakukan dapat berjalan tanpa harus melanggaran aturan dan tidak merusak jalur karir birokrasi namun efektif untuk menjaring birokrasi yang kapabel.

Kritik dan dan saran penulis sampaikan melalui blog dan akun sosial media serta website ahok pribadi. Pada kesempatan ini penulis pertama sekali mengetahui bahwa inilah rasanya bullying yang dilakukan jika berani melakukan kritik terhadap kedua tokoh yang dikenal dengan simbol kotak-kotak.

Setelah itu penulis memang tidak pernah berinteraksi melalui tulisan kepada kedua tokoh ini. Kecuali saat pilpres 2014 kebetulan Joko widodo juga sebagai kandidat calon. Pada saat itu penulis menyampaikan saran bagaimana konvensi rakyat dapat dilakukan melalui dunia internet untuk menjaring Calon Presiden yang dirindukan oleh rakyat. Penulis juga memberikan catatan dan visi misi dan target yang kiranya menjadi perhatian presiden 2014-2019. Sebagian sahabat mungkin berpikir aneh konvensi untuk menjaring presiden dapat dilakukan melalui Internet.

Setelah itu, praktis penulis hanya memantau pertarungan dua kubu di internet yang belum menemukan titik rekonsialiasi walaupun pilpres telah berlalu. Masing bertahan dengan pilihannya. Disini juga penulis meganl adanya akun-akun robot. Dan sebuah fenomena baru, terjadi dunia sosial media. Diaman sosial media yang selama ini dianggap sebelah mata ternyata menajdi ajang bisnis dan mengenal adanya pasukan didua kubu yang dilakukan secara teroragnisir. Satui orang memiliki akun yang bayak untuk menghadapi orang-orang bersebrang dengan orang yang didukung.

Pasca pilpres penulis mulai fokus dengan pilkada. Kebetulan 2 daerah tempat tinggal dan tempat penulis melaksanakan pilkada 2015 yakni siantar simalungun. Dikota Pematangsiantar penulis aktif melakukan survey tentang kepuasan publik dan partisipasi masyarakat dalam pilkada. Sedangkan di kabupaten Simalungun penulis ikut terlibat langsung sebagai bakal calon Bupati simalungun. Akhirnya penulis batal mencalon karena pertimbangan karir PNS yang belum memberikan ruang dalam pilkada.

Untuk memperjuangkan ini penulis juga secara mandiri dan pribadi megajukan gugatan terkait UU Pilkada dalam gugatan calon kepala daerah seharusnya tunggal, keadilan masing-masing calon Kdh dimana incumbent tidak muindur, demikia juga anggota legisltaif sedang kan kami PNS harus mundur baik secara jabatan maupun pekerjaan. Satu materi gugatan lainnya adalah jumlah persyaratan calon independen yang dihitung berdasarakn jumlah penduduk, seharusnya DPT atau bila mengikuti partai politik seharusnya menggunakan suara sah. Penulis batal calon, MK juga hanya mengabul sebagian gugatan penulis. Uniknya pilkada dikedua daerah juga batal dilaksanakan tahun 2015.

Ditengah ketidakaktifan penulis beinteraksi dengan politik lokal, penulis mulai melihat kondisi politik nasional. Kebetulan sahabat yang ayobai yang sama membangun di tahun 2012, hendak membangkitkan kembali ayobai. Memasuki awal tahun 2016, penulis melihat ada bentuk kezaliman yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purna selaku gubernur DKI Jakarta. baik ucapan sikap dan perbuatannya. Fitnah juga sering hadir yang kadang terkesan bagi penulis bahkan menuju arah menebarkan politik adu domba ditengah masyarakat baik ditingkat lokal maupun nasional.

Dengan alasan inilah penulis memerangi ahok. Terlebih dalam surat  Al-Baqarah: 193 bahwa ada kewajiban muslim untuk memerangi orang zalim.
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 193)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Perjalanan Jihad Perangi Ahok"

Posting Komentar