Ahok sebut Pengecut Rasis justeru, Saya sebut Pemberani dan Toleran


Pernyataaan Ahok sebut Pengecut dan Rasis, Saya sebut Pemberani dan Toleran ini terkait dengan video ahok nyeleneh dengan fitnahnya. Pernyataan ini dapat dilihat selengkapnya dalam video ahok nyeleneh dengan fitnahnya.

Dalam video lanjutannya yang dimaksud jual agama tidak lain adalah perintah Surat Al Maidah 51. Bahkan dalam judulnya disebutkan Ahok hafal Surat Al maidah. Saya senyum aja, karena apa gunanya hafal namun tidak memahaminya. Sama seperti kita hafal pancasila, namun maknanya jauh kita tinggalkan. Begitulah Surat Al Maidah ayat 51 bukanlah ayat yang racis seperti ahok cs tuduhkan. Justeru Almaidah 51 adalah ayat keselamatan dan toleransi. Insya Allah akan saya kupas dalam tulisan tersendiri.

Pada kesempatan ini, Insya Allah saya akan menjawab tantangan ahok yang mengatakan orang yang jual-jual agama adalah pengecut dan rasis. Hal ini diikuti dengan pemberitaan oleh mayoritas media-media termasuk media besar . Oleh karenanya disini saya justeru membalas ucapan ahok itu bahwa orang yang berani menyampaikan kebenaran agama islam tersebut adalah orang yang berani dan toleran. Berani menghadapi lintas media dan akun-akun buzzernya yang siap menghujat, seperti yang ahok lakukan dengan label pengecut dan Rasis serta menghina Tuhan.

Lihat saja bagaimana kejadian yang menimpa orang yang berani blak-blakan melawan ahok. Apalagi dengan pendirian sikap dasar agama, bakal jadi sasaran bullying media dan pasukan sybernya ahok. Lihat bagaimana seorang mantan menteri Olahraga yang telah wara-wiri di organisasi tidak lepas dari label-label ahok. Adyaksa Dault yang sempat digadang-gadang bakal maju dalam Pilgubsu dari demokrat, namun tidak mengembalikan berkas pendaftaran. Sayang tokoh sekelas beliau batal calon gubernur, semoga beliau tetap selalu istiqomah dalam perjuangan. Buat anda yang sudah baca tulisan tentang ahok dan saya yang waktu sekolah tidak ikut pramuka, itu sebenarnya sindiran ahok terhadap Adyaksa Dault yang kebetulan Petinggi Pramuka di tingkat Nasional

Tidak usah jauh dengan saya mengkritik dan melawan terhadap ahok, saya sudah mendapat label pengecut dan rasis seperti disebut ahok. Hal ini saya dapat saat baru mulai fokus jihad perangi ahok. Seorang teman yang kebetulan muslim juga mengatakan bahwa saya melawan ahok karena dia china. Hehe.. bisa dilihatkan bagaimana dashyatnya jurus-jurus yang dikeluarkan ahok melalui proganda media berita dan pasukannya. Yang terbiasa baca berita atau informasi sekilas aja (lihat Tulisan belajar menganalisa berita media yang menyesatkan terbagi dalam 4 bagian)

Bisa dibayangin seorang teman yang muslim juga mengatakan hal yang demikian kepada saya. Bagaimana lagi dengan teman-teman yang beragama lain yang sudah jelas-jelas memperlihatkan keberpihakannya terhadap ahok. Mungkin meraka gak tahu dalam keluarga saya juga majemuk, baik suku maupun agama. Termasuk tionghoa ada 2 orang dalam keluarga saya, dan jika yang beragama nasrani dari pihak istri mungkin sekitar 50:50 Islam dan kristen. Dan Saya senyum saja mungkin mereka belum tahu kalau saya jihad perangi ahok dengan jempol karena UPSnya (Ucapan Perbuatan dan Sikapnya) bukan karena Ras atau Agamanya (SARA).

Untuk tunjukan bahwa ahok memang pantas untuk dilawan bukan karena agama atau suku, saya sudah siapkan visi, misi, target 1 tahun dan program unggulannya (lihat visi misi dalam penawaran kerjasama politik dalam menangkan pilkada 2017). Namun untuk detailnya kita harus hati-hati, karena rawan pembajakan (sepertinya sudah ada, Insya Allah lain waktu kita bahas). Maklum persenjataan ahok lengkap bener mulai dari APBD yang berlimpah, birokrasi, kekuatan media dan jaringannya. Makanya banyak yang jiper untuk maju melawan ahok dipilkada, termasuk kepala daerah yang populer dan sukses. Berani coba-coba melawan siap-siap digergaji baik dari dalam maupun dari luar. 

Oleh karenanya visi misi, target ini untuk memperlihatkan bahwa masih banyak generasi muda indonesia yang mampu memimpin dan membawa jakarta BANGKIT. Tinggal kita melihat apakan pintu-pintu demokrasi telah membuka diri untuk perubahan. Jika kita tidak siap dengan perubahan, maka perubahan itu sendiri yang melindas kita

Semoga negeri ini makin terjalin hubungan yang harmonis dengan saling hormat menghormati, harga menghargai untuk wujudkan indonesia yang baru dengan berani berubah dan bangkit.

Salam Jakarta bangkit, Jakarte Punye Aye, Jakarta Punya kite bersame. Bersame merencanakan, bersame membangun, bersame menikmati.

Insya Allah tulisan selanjutnya
1. Demi Jabatan Gubernur DKI, sampai berani menantang Tuhan
2. Demi Jabatan Gubernur DKI, sampai berani permainkan agama
3. Demi jabatan Gubernur DKI, sampai hati mainkan isu SARA
4. Demi Jabatan Gubernur DKI, sampai hati sebut tidak waras jemaatnya sendiri
5. Demi jabatan Gubernur DKI, sampai hati fitnah agama orang lain
6. Demi jabatan Gubernur DKI, sampai hati menggunakan APBD
7. Demi jabatan Gubernur DKI, sampai suka hati berhentikan pejabat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ahok sebut Pengecut Rasis justeru, Saya sebut Pemberani dan Toleran"

Posting Komentar