Baru Tahap hafal, Ahok Berani Tegas fitnah Islam

Baru Tahap hafal, Ahok Berani Tegas  fitnah Islam

Tulisan ini berkaitan dengan video ahok yang hafal surat Almaidah 51. Anda yang sudah menonton video Ahok tersebut, tentu melihat bagaimana ahok memvonis orang beriman salah menggunakan surat Almaidah tersebut. Namun di akhir video, dia justeru terlihat bingung konteks keluar ayat 51 surat Al Maidah tersebut pada zaman Nabi. Tentu berbeda orang yang hafal dengan memahami. Orang yang hafal belum tentu memahami. Bisa jadi orang hafal tersebut hanya fasihmembacanya tanpa teks, namun tidak memahami makna dibalik teks itu sendiri. Anehnya banyak yang mengapresiasinya.

Sama halnya seperti kita saat masih SD, belajar diawal disuruh menghafal Pancasila. Namun ketika kita hafal, belum tentu kita faham makna pancasila itu sendiri. Yang penting dapat nilai bagus karena bisa hafal dari sila pertama sampai kelima tanpa terputus atau terbata-bata karena lupa. Guru juga belum mempersoalkan apakah si murid faham itu pancasila sesungguhnya, karena mungkin ini masih dalam tahap penanaman.

Berbeda halnya dengan ahok yang baru pada tahap hafal Al Maidah 51, namun sudah berani menyalahkan orang beriman yang menjalankan perintah ayat tersebut. Ini namanya sudah `fitnahterhadap Islam. Apalagi hal ini tidak lain untuk memuluskan jalannya demi jabatan Gubernur DKI. Memuluskan jalannya di pilkada namun menggunakan SARA dengan jalan menghempang orang menjalan perintah agama.

Walaupun demikian perlu kita kaji dulu alasan logis ahok sebut Al Maidah ayat 51 sebagai ajaran primordial atau SARA. Sementara pasukannya seperti Sahal dan lainnya yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL), berusaha membelok makna Surat Almaidah 51, Al Imran ayat 26 dan An Nisaa’ ayat 144 sehingga tidak dijadikan rujukan bagi umat islam dalam memilih pemimpin. Namun baik ahok dan Pasukannya tersebut sepakat bahwa ayat sejenis Al Maidah 51 adalah ayat tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman demokrasi di Indonesia. Mereka beralasan Al Maidah ayat 51 ajaran yang bertentangan dengan demokrasi dan kontitusi. Karena konstitusi menjamin kesetaraan setiap warga negara dalam hukum dan pemerintahan. Mereka mendasarkan pada UUD 1945 yakni 

Pasal 27 ayat (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Pasal 28 D ayat (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.

Namun perlu juga diingat bahwa tiap penduduk dijamin kemerdekaannya dalam memeluk agamanya dan untuk beribadat menurut agamanya. Umat Islam diberikan kemerdekaan untuk menjalankan perintah agamanya baik Surat Almaidah 51, Al Imran ayat 26 dan An Nisaa’ ayat 144 maupun isi Alquran dan hadits secara keseluruhan. Hal ini juga dijamin konstitusi yakni UUD 1945

Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Lalu bagaimana titik temu antara Ahok dkk dengan Umat Islam? Ahok dkk merujuk pada pasal 27 dan 28 UUD 1945 sementara Umat Islam bebas beribadat sesuai Pasal 29 UUD 1945.

Untuk itu Sudah sepantasnya kita mempertanyakan kepada mereka
1. Apakah benar surat Al maidah ayat 51 adalah termasuk ajaran yang primordial alias SARA seperti dituduhkan Ahok?
2. Apakah benar surat Al maidah ayat 51 adalah bertentangan dengan Pasal 27 dan 28 UUD 1945?
3. Apakah benar ahok telah mengangkangi Pasal 29 UUD 1945 dengan menyalahkan orang beriman yang menjalankan perintah surat Al maidah ayat 51?
4. Apakah benar ahok telah menggunakan isu SARA dalam Fitnah terhadap Surat Al Maidah 51 demi mengejar jabatan Gubernur ?

Silahkan koh ahok dan temannya jika mampu mengklarifikasi empat pertanyaan diatas. 

Catatan untuk Ahok : “Janganlah Anda yang masih tahap hafal Almaidah tanpa tahu maknanya namun sudah berani menyalahkan orang beriman yang menjalankan perintahnya Surat Al Maidah 51!” 

Jika memang kembali tidak mendapatkan respon atas pertanyaan diatas, Insya Allah akan menjadi pembehasan kita selanjutnya.

Insya Allah Tulisan berikutnya terkait : 
  1. Almaidah 51 ajaran keselamatan penuh toleransi dan membawa kebaikan  (Alhamdulillah sudah diterbitkan)
  2. Almaidah 51 sejalan dengan konstitusi UUD 1945 
  3. Ahok diantara isu SARA, Konstitusi dan Surat Al maidah 51

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Baru Tahap hafal, Ahok Berani Tegas fitnah Islam"

Posting Komentar