Bidang Transportasi 1 : Jakarta perlu Ahok atau Afdol ?

Bidang Transportasi 1 : Jakarta perlu Ahok atau Afdol ?

Jika anda sudah membaca pertanyakan keberhasilan dalam bidang transportasi baik tulisan maupun videonya, tentunya anda dapat memahami bahwa sejatinya itu adalah kegagalan. Kegagalan tetap saja kegagalan walaupun dikemas ulang.

Maka berikut ini Anda akan saya ajak untuk menjawab polling Bidang Transportasi, Jakarta perlu Ahok atau Jakarta Perlu Afdol ? Berikut beberapa kebijakan Ahok dalam bidang transportasi :

Jokowi yang saat ini Presiden telah memulai MRT dan LRT yang sudah diprogramkan Gubernur seblumnya sutiyoso dan Fauzi bowo. Ahok memberikan mimpi untuk memiliki MRT dan LRT. MRT dan LRT diyakini akan mengurai kemacetan. 

Percaya atau tidak percaya itu kembali kepada diri kita masing-masing. 

Kita mendukung proyek MRT dan LRT sebagai salah satu cara untuk mengatasi kemacetan, namun harus dipastikan itu berjalan dengan baik dan lancar hingga selesai dan berjalan. Perlu ada keterpaduan antara program yang satu dengan lainnya untuk mengatasi kemacetan yang demikian parah.

Namun sebelumnya, izinkan saya membawa kita pada cerita pengelolaan TransJakarta. Cerita transJakarta agak enak didengar karena sempat heboh karena denda 1 juta bagi mobil menerobos jalur busway. Demikian tegasnya pemprov dalam memanjakan penumpang bus TransJakarta namun kenapa terjadi terus penurunan penumpang dan pendapatan TransJakarta?

Sementara disisi lain belanja pemprov dalam pengadaan bus cukup lumayan. Apakah anda dengar berapa biaya Pemprov DKI untuk membeli bus-bus baru untuk investasi selama beberapa waktu ini? Hasilnya mungkin sama-sama kita dengar, bagaimana bus yang dibeli justeru menjadi beban tambahan. Berita bus yang dibeli karatan atau terbakar menambah rentetan panjang cerita tranportasi. Bus Transjakarta yang diharapkan bisa mengurangi kemacetan justeru menjadi beban tersendiri. 

Dan uniknya begitu besarnya investasi Pemprov pada BUMD Transjakarta justeru tidak sebanding dengan kinerjanya. Dalam periode Tahun ke tahun ternyata terjadi penurunan kinerja Transjakarta baik dari sisi pengguna maupun pendapatan.

Lihat pendapatan Transjakarta 2011-2012 dan 2014. Dengan investasi yang semakin besar, kinerja TransJakarta justeru turun, baik penumpang dan pendapatannya turun. Berarti ada penurunan minat penumpang menggunakan TransJakarta. 

Wajar kita bertanya ada apa dengan Trans Jakarta ? Apakah MRT dan LRT yang katanya akan siap 2018 juga akan bernasib sama dengan Trans Jakarta?

Oleh karenanya dapat disimpulkan bahwa dalam bidang transportasi ahok belum mampu memberikan bukti. Dan malah memberi mimpi dan janji lagi bahwa kemacetan akan diselesaikan tahun 2018. 

Oleh karenanya Jakarta Perlu Afdol melalui visi Misi Jakarta BANGKIT menjadi program ini sebagai programnya unggulan bidang transportasi nomor 2 dan 3 (lihat program unggulan dalam kerjasama politik menghadapi Pilkada 2017) yaitu 

Kedua Melanjutkan dan memastikan proses pembangunan MRT dan LRT berjalan baik dan lancar serta selesai tepat waktu di tahun 2018 sehingga mampu membantu mengurangi kemacetan Jakarta, bukannya memindahkan kemacetan baru.

Ketiga Membenahi dan Memastikan Transjakarta dapat memberikan pelayanan yang maksimal untuk meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum dalam rangka mengurangi kemacetan.

MRT, LRT dan Transjakarta akan dipadukan melalui transportasi dengan semboyan JALAN (Jalan yang Aman LAncar dan Nyaman) dengan memadukan konsep Jakarta Kota Afdol dengan E-TRANS (E-Transportasi.

Oleh karenanya silahkan mana yang lebih anda percaya atau yakini Jakarta perlu ahok atau Jakarta perlu afdol dalam bidang transportasi untuk mengatasi kemacetan.


Informasi terkait :

1. Polling Jakarta Perlu Ahok atau Afdoli 
2. Jakarta Perlu Ahok atau Jakarta Perlu Afdol ?
3. Jakarta perlu Ahok atau Afdol dalam Bidang Transportasi bag 2 ? 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bidang Transportasi 1 : Jakarta perlu Ahok atau Afdol ?"

Posting Komentar