Kondisi Terkini Korban Gusuran Pasar Ikan Luar Batang Menjelang Bulan Ramadhan

Tulisan ini merupakan kutipan beberapa media yang masih memberitakan tentang kondisi korban Penggusuran Pasar Ikan Luar batang Jakarta. Media memang sudah sedikit yang masih memberitakan tentang Kondisi Terkini Korban Gusuran Pasar Ikan Luar Batang menjelang bulan ramadhan. Berikut kutipan dari beberapa media yang masih memberitakanya di bulan mei 2016 :
Kondisi Terkini Korban Gusuran Pasar Ikan Luar Batang Menjelang Bulan Ramadhan


Kondisi korban penggusuran jauh lebih buruk dari pengungsi Rohingya di Aceh

Ada 396 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban penggusuran. Mereka beral dari Kampung Pasar Ikan dan Kampung Akuarium yang terletak di RT 11 RW 04 136 KK, di RT 01, RT012 RW 04 202 KK di RT 02 RW 04 dan RT 07 RW 01 58 KK. Mereka digusur tanpa dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga tidak pernah sekalipun melakukan dialog dengan warga di 2 kampung tersebut.

"Penggusuran membuat ekses negatif, karena warga tidak menerima ganti rugi. Akibatnya warga tetap memilih bertahan tinggal di atas puing-puing reruntuhan, tidur di tenda tanpa pasokan air bersih dan listrik. Padahal Negara wajib memberikan pekerjaan yang layak," jelasnya.

Iksan menilai, korban penggusuran tersebut jauh lebih buruk dari pengungsi Rohingya di Aceh, yang menerima bantuan air bersih untuk minum dan MCK juga untuk wudh. Mereka juga menerima pasokan makan 2 x sehari dari Pemerintah RI. Tapi hal tersebut bertolak belakang dengan warga Aquarium dan Luar Batang. Dikutip dari harian terbit



korban penggusuran bertahan di tenda-tenda

Setelah digusur pada 11 April 2016, warga Pasar Ikan, Luar Batang, Jakarta, memilih bertahan hidup di bawah tenda-tenda sumbangan dari donatur. Namun tenda saja belum cukup. Kini, warga Pasar Ikan yang rumahnya sudah rata dengan tanah itu mulai membangun tempat mandi-cuci-kakus atau MCK untuk kebutuhan sehari-hari.

"Jumlah MCK sekarang sudah banyak, sudah lebih dari sepuluh," kata Supardi, 47 tahun, salah satu warga Pasar Ikan, Sabtu, 28 Mei 2016.

Menurut Supardi, MCK darurat itu dibangun sejak penggusuran dilakukan. Hanya, pembuatannya perlahan-lahan. MCK itu dilengkapi lubang kloset dan slang air. Tempo 


Pasokan air bersih dihentikan

Anggota Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya mengecam penghentian suplai air bersih ke kawasan penggusuran Pasar Ikan. Ia menegaskan penghentian pasokan air bersih merupakan kebijakan yang tidak manusiawi.

Kecaman Tantowi tersebut dikarenakan keluhan warga korban penggusuran yang masih menghuni tenda darurat di kawasan Pasar Ikan. Mereka mengeluhkan pasokan air bersih yang selama ini mengalir sekarang sudah tidak mengalir lagi.

“Penghentian suplai air minum kepada warga Luar Batang dan pencabutan izin bagi perusahaan air bersih yang masih mensuplai adalah kebijakan yang tidak manusiawi,” katanya kepada Republikacoid, Senin (9/5) yangb dikutip dari eramuslim.

Warga tidak mau menjual tanah kepada Pemprov DKI

"Mereka bilang, satu jengkal tanah enggak akan kami jual. Sementara kami punya keinginan agar lingkungan itu tertata rapi dan akses jalannya mesti diatur," kata Saefullah, Selasa (3/5/2016) lalu.

Jika ada warga yang berminat menjual lahan mereka, Pemprov DKI Jakarta akan membayar dengan harga Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) dan akan dibayar langsung tahun ini. dikutip dari kompas


KTP Warga Pasar Ikan di Persulit

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta tidak mempersulit warga Pasar Ikan untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI atau dokumen administrasi kependudukan lainnya.

“Itu kan haknya warga. Kalau sudah seperti itu, jangan dipersulit lah. Kalau dia sudah punya KTP dan KK DKI, ya jangan dipersulit. Kalau dia pendatang kan memang tidak bisa urus KTP, karena harus ada surat pindah dulu. Kan kita sudah punya datanya,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (9/5). dikutip dari Era Muslim


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kondisi Terkini Korban Gusuran Pasar Ikan Luar Batang Menjelang Bulan Ramadhan"

Posting Komentar